Pendidikan Anak Islami

Pendidikan Anak Islami


Memiliki anak adalah suatu anugerah
sekaligus amanah terbesar bagi
orang tua. Allah akan meminta
pertanggungjawaban atas amanah
yang dititipkannya kepada orang tua.
Barang siapa menjalankan amanah
tersebut dengan sebaik-baiknya,
maka Allah SWT. Akan memberikan
pahala yang besar. Demikian pula
sebaliknya, Allah SWT akan
memberikan azab bagi orang tua
yang melalaikan pendidikan anak-
anaknya.
Mendidik anak adalah tugas yang
berat, karena tidak ada sekolah untuk
menjadi orang tua. Allah telah
memfasilitasi kita agar dapat
menjalankan amanah sebagai orang
tua melalui utusan-Nya, Rasulullah
Muhammad SAW, sebagaimana
firman-Nya. (Al-Ahzaab : 21-22)
( 21 ) Sesungguhnya telah ada pada
(diri) Rasulullah itu suri teladan yang
baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan dia
banyak menyebut Allah.
( 22 ) Dan tatkala orang-orang
mukmin melihat golongan-golongan
yang bersekutu itu, mereka berkata:
"Inilah yang dijanjikan Allah dan
Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah
Allah dan Rasul-Nya. Dan yang
demikian itu tidaklah menambah
kepada mereka kecuali iman dan
ketundukan.
Rasulullah adalah contoh konkret
bagaimana mendidik anak dalam
Islami. Dalam Islam, mendidik anak
bukanlah dimulai dari anak itu lahir
ke dunia. Namun, dimulai dari proses
pembentukan keluarga itu sendiri.
Mengapa demikian?
Ibarat seorang yang ingin menanam
pohon, maka terlebih dahulu
disiapkan pupuk yang unggul, media
tanah yang gembur, sampai dengan
peletakan benih di tempat yang
terkena sinar matahari. Itupun tidak
menjamin tanaman akan tumbuh dan
berbuah manis. Perlu pemeliharaan
yang teratur setiap hari agar tanaman
tumbuh dengan sempurna. Demikian
pula dengan buah hati kita, rumah
adalah tempat mereka tumbuh dan
berkembang. Orang tuanya lah yang
mengasuh dan mendidik anak-anak
dari ia masih dalam masa kandungan
hingga ia dewasa.
Ketika anak masih dalam masa
kandungan ia sudah dapat
mendengar. Meskipun ia belum bisa
merasakan kehidupan dunia, namun
sesungguhnya ia telah hidup. Mampu
mendengar dan mengerti apa yang
diucapkan orang tua. Sebaik mungkin
pendidikan dimulai saat ia masih
dalam masa kandungan, dengan
memperdengarkan ia yang baik-baik
dan memberika ia makan melalui
ibunya yang baik-baik pula.
Ketika ia lahir, sistem pendidikan
yang tepat saat anak itu kecil adalah
“Role model” yaitu dengan menjadi
teladan bagi mereka. Hal itu akan
menjadikan pondasi yang kuat bagi
kehidupannya kelak. Seorang bayi
ibarat kanvas putih yang bersih,
orang tua lah yang menjadikannya
sebagai apa dan siapa. Dengan
menanamkan nilai-nilai Islami dan
tauhid kepada si anak, akan
menjadikan ia seorang muslim yang
menjunjung tinggi nilai-nilai
keislaman.
Membentuk kepribadian Islami berarti
menjadikan anak memiliki
kemampuan berpikir, bertutur kata,
berindak, berakhlak, dan berperangai
layaknya seorang muslim. Selain itu,
anak juga memiliki semangat juang
yang tinggi dalam menyebarkan
ajaran islam dan berpegang teeguh
pada nilai-nilai syariat Islam.
Memang tidak ada manusia yang
sempurna, demikian pula dengan
orang tua. Allah maha tahu segala
kelemahan kita. Oleh karena itu, Allah
menilai usaha kita dan bukan
hasilnya.

Oleh : Ko Jeena




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top